Your Ad Here

Cari by Google

21.6.09

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar bekerja untuk menangkap pencuri seperti kesehatan, kebahagiaan mencuri, melemahkan semangat hidup, dan kematian.

Tingginya biaya pengobatan dan produktivitas orang dengan penyakit ini mengambil beban dari keluarga pasien. Oleh karena itu, kekhawatiran tentang penyakit ini perlu ditingkatkan, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat dan deteksi dini.

Hal ini terungkap dalam pasien yang memulai pertemuan Asosiasi Ostomy Indonesia (inoa) dan Yayasan Kanker australia bertema "kanker usus besar: Pentingnya Hidup Sehat dan Deteksi Dini", Sabtu (20 / 6) di Le Meridien Hotel, Jakarta.

Dalam acara tersebut, perusahaan farmasi Sanofi Aventis memberikan donasi senilai Rp 225 juta dalam bentuk obat yang akan didistribusikan ke 5 pasien kanker usus besar miskin.

Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kanker usus besar, untuk memotivasi pasien dan keluarganya dan tempat untuk berbagi pengalaman melalui pemaparan pasien.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 orang pasien kanker usus besar dan sebagian dari mereka adalah pasien yang menggunakan tas atau ostomate. II Menurut Ketua Pelayanan Sosial Melissa Luwia, inoa dibentuk di bawah naungan YKI untuk memberikan dukungan kepada ostomate dalam mengatasi masalah.

Kanker adalah pertumbuhan abnormal sel-sel yang meluas ke luar jaringan asal. Sel-sel kanker dalam kendali longgar pertumbuhan dan proliferasinya, sel-sel yang tidak dapat mati secara tepat waktu dan mendesak sel-sel sehat.

"Kanker disebabkan oleh Paparan bahan karsinogenik terjadi karena kebiasaan atau gangguan metabolisme tubuh, seperti yang ditemukan pada Obesitas dan kurangnya olahraga," kata dr Aru Wicaksono Sudoyo Divisi Hematologi Onkologi Medik, Departemen Ilmu Kedokteran Fakultas penyakit Dalam, Universitas Indonesia.

Dari semua jenis kanker, kanker usus besar atau kolorektal paling dipengaruhi oleh bahan karsinogenik dan gaya hidup karena organ yang harus selalu melewati bahan-bahan karsinogenik di samping beberapa orang dalam kebiasaan makanan seperti merokok. Selain itu, ketika pola ini tidak mungkin untuk makan sehat, modern, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi.

Beberapa tanda dan gejala kanker usus besar darah dalam tinja, perubahan pola defekasi, sakit perut itu bukan bagian bawah hilang, bentuk tanah yang panjang dan kurus seperti pensil, tes feses yang tidak normal, anemia dan penurunan berat badan turun secara dramatis. "Penyebab terjadinya kanker usus besar tidak diketahui dengan pasti, namun makanan merupakan faktor penting dalam terjadinya kanker," kata Aru menambahkan.

Untuk mencegah kanker usus besar, gaya hidup yang sehat perlu diterapkan sejak awal dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi dan bahan-bahan karsinogenik. "Deteksi dini kanker usus harus dilakukan, dengan pemeriksaan rutin, terutama pada mereka yang berisiko tinggi dan memiliki sejarah gangguan pencernaan," kata dia menegaskan.