Your Ad Here

Cari by Google

26.6.09

Diare

Jika Balita Anda Diare

Kegemaran balita jajan bisa menyebabkan diare. Ya, diare memang merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang balita.

Sebenarnya apa dan bagaimana sih diare itu?
Jangan anggap remeh dan segera tanggulangi!

Diare sebenarnya merupakan bentuk penolakan tubuh terhadap kuman. Diare bukanlah penyakit, melainkan pertanda adanya sesuatu yang membahayakan dalam saluran cerna anak. Dan usus akan berusaha mengeluarkan kuman tersebut.

Penyebab
Diare dapat disebabkan karena berbagai hal. Untuk melacak penyebabnya, harus dievaluasi apa saja yang dimakan atau diminum balita selama 48 jam sebelum serangan. Makanan atau minuman seperti apa yang bisa menjadi penyebab?
  • Makanan berbumbu.
  • Alergi terhadap makanan tertentu.
  • Intoleransi laktosa (tubuh menolak makanan atau minuman olahan susu).
  • Obat-obatan yang mengganggu lambung seperti aspirin, obat-obatan antisida, dan antibiotik.
  • Makanan atau minuman yang tercemar bakteri.

Gejala
Lalu apa gejala terjadinya diare?
  • Buang air besar yang encer atau cair.
  • Kram perut dan mual.
  • Buang air besar lebih dari 3 kali selama 12 jam.
  • Adanya darah dalam tinja.
  • Muntah berulang kali, bisa menjadi gejala diare berat.
  • Dehidrasi dan hilangnya cairan tubuh.
  • Jarang dan sedikit buang air kecil.
  • Selalu merasa haus.
  • Bibir kering, mata cekung, kulit tampak pucat.
  • Lemas.
  • Kekenyalan tubuh hilang (misalnya bekas cubitan tidak segera kembali normal).
Penanggulangan
Salah satu gejala diare yang bisa berakibat fatal adalah hilangnya cairan tubuh. Pada anak-anak, cairan tubuh dapat berkurang lebih cepat. Itu sebabnya diare harus segera ditanggulangi.

Penanggulangan diare dapat dilakukan dengan pemberian cairan, terutama oralit atau larutan gula garam atau air tajin. Bila diare sangat parah, berikan cairan infus dan elektrolit untuk mengganti cairan yang terbuang. Bila suhu badan anak tinggi, segera kompres.

Setelah diare dan muntah berhenti, berikan balita makanan lunak atau bubur. Setelah beberapa waktu dan dirasa anak sudah mampu mencerna, berikan makanan padat. Makanan yang diberikan tentunya harus bertahap agar perut balita mudah menyesuaikan diri.

Dalam kasus diare, tentunya sangat penting dalam menjaga lingkungan tetap sehat dan bersih. Terutama dalam soal jajan atau makan, cermati dulu kebersihannya, serta sediakan makanan yang bergizi seimbang.