Your Ad Here

Cari by Google

2.7.09

Ingin gemuk ? stop merokok !

Kebanyakan perokok sudah tahu tentang bahaya merokok dan mau berhenti. Salah satu kekhawatiran para pecandu rokok, khususnya wanita, bila harus menghentikan kebiasaan buruknya adalah tubuh yang akan menjadi gemuk. Mitos yang keliru itu sering membuat nyali para perokok untuk berhenti menjadi ciut.

Bagaimana yang sebenarnya? "Secara kedokteran, tidak benar kalau berhenti merokok lantas tubuh jadi gemuk," tegas dr.Ahmad Hudoyo, Sp.P (K). "Yang benar pada jam-jam tertentu rasa lapar meningkat, tapi karena kita merokok rasa nikmat merokok itu membuat kita lebih memilih rokok daripada makan," paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh dokter Tribowo T.Ginting, Sp.KJ dari RS.Persahabatan, Jakarta. Menurutnya, nikotin yang terkandung di rokok menghilangkan rasa lapar, sehingga ketika berhenti merokok penekan rasa lapar itu lepas dan orang pun ingin makan. "Orang yang berhenti merokok bisa saja berat badannya tetap atau justru naik, tergantung pola makannya," kata dia.

Rasa lapar yang dialami para perokok pada awal proses penghentian rokok bisa diatasi dengan mengalihkan pikiran atau menyibukkan diri pada hal lain. Pada sebagian perokok yang berhenti memang ada kenaikan berat badan 5-10 pon, tetapi masih dalam batas normal. Selama diimbangi dengan pola makan yang sehat dan olahraga, berat badan bisa dijaga.

Semasa proses penghentian rokok, biasanya perokok akan merasakan gejala-gejala penarikan. Gejala ini merupakan tanda di mana badan sedang merawat dirinya sendiri. Biasanya tubuh akan merasa gelisah, pusing, muntah, tertekan, atau tidak bisa tidur. Namun, gejala-gejala ini akan berhenti setelah satu atau dua minggu. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tetap berada dalam jeratan asap rokok.