Your Ad Here

Cari by Google

28.2.10

Lemak baik, jahat dan buruk bagi tubuh

Anda harus memperhatikan porsi lemak yang dikonsumsi setiap hari. Dengan begitu lemak tetap menjadi teman baik manusia untuk membantu mekanisme hormon dalam tubuh. Berikut info lemak baik, jahat dan buruk bagi tubuh:
Transfat, adalah lemak paling buruk karena kerjanya hanya menaikkan koleterol jahat (LDL) dan menurunkan koleterol baik (HDL). Lemak ini banyak terdapat dalam crackers, kue-kue, dan minyak kelapa sawit. Minyak sayur yang awalnya baik juga bisa berubah menjadi jahat ketika Anda menggunakannya untuk menggoreng. Sebab, panas yang menyentuh minyak sayur mengubah rantai-rantai minyak sayur menjadi lemak trans yang merusak tubuh.

Monosaturated, adalah lemak baik bagi tubuh. Karena dapat mengendalikan koleterol, trigliserida, tekanan darah, dan gula darah. Lemak jenis ini dapat ditemukan di minyak zaitun, minyak kacang, kacang mede, minyak kanola, kacang macadamia, pistachio, dan lemak ayam.

Polyunsaturated, juga termasuk lemak baik yang dapat mengurangi trigliserida, peradangan, dan pertumbuhan tumor. Lemak ini memiliki sistem imunitas yang baik. Polyunsaturated terdiri dari dua jenis, yaitu omega 3 dan omega 6. Omega 3 ditemukan dalam minyak kanola, flaxseeds, ikan salmon, mackerel, tuna, serta hering. Sedangkan omega 6 ada dalam minyak biji bunga matahari, kacang-kacangan, dan margarin.
Saturated, lemak ini lebih dikenal dengan sebagai lemak jenuh atau jahat, karena lemak ini dapat menaikkan koleterol yang berisiko serangan jantung dan stroke. Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi lemak ini, maka seberapa pun lemak polyunsaturated yang masuk tidak akan mampu melawan. Sebab, lemak jenuh bekerja dua kali lebih kuat. Lemak ini sering dikonsumsi oleh manusia karena terdapat dalam daging, susu, keju, dan minyak kelapa sawit.
Read More

26.2.10

Hipertensi

Orang yang menderita hipertensi Anda bisa menurunkan risiko dengan menjaga tekanan darah dalam rentang normal. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah:

Turunkan berat badan
Pengurangan berat badan berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Anda bisa menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan lemak dan kalori, serta berolahraga secara teratur. Diet tinggi lemak secara otomatis akan menambah konsumsi makanan dan total energi dan akan berkurang jika diet Anda rendah lemak.

Berhenti merokok
Merokok mengurangi suplai oksigen ke organ-organ tubuh, meningkatkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan tekanan darah. Karena itu, berhenti merokok merupakan langkah utama dalam mengontrol tekanan darah dan diabetes.

Olahraga teratur
Olahraga tidak mempunyai efek terlalu besar dalam menurunkan berat badan. Akan tetapi, olahraga (30-45 menit sehari) bagus untuk meningkatkan sensitifitas insulin, mengurangi kadar glukosa darah dan mempertahankan berat badan dalam jangka panjang.

Modifikasi diet Karbohidrat:
Sertakan makanan yang mengandung karbohidrat, khususnya dari whole grain, buah-buahan, sayuran, dan susu rendah lemak dalam diet penderita diabetes. Jumlah total karbohidrat dari makanan dan kudapan lebih penting dibandingkan sumbernya.

Serat:
Sama seperti populasi pada umumnya, penderita diabetes didorong untuk memilih berbagai makanan yang mengandung serat seperti whole grain, buah, dan sayuran. Makanan ini mengandung vitamin, mineral, serat dan komponen lain yang baik untuk kesehatan.

Protein:
Tidak ada bukti yang mengharuskan penderita diabetes mengubah asupan protein (15 hingga 20 persen dari total energi harian) jika fungsi ginjalnya normal. Karena protein diperlukan untuk membangun jaringan tubuh yang sehat, pilihlah sumber protein yangrendah lemak. Ikan merupakan pilihan yang baik, konsumsilah dua hingga tiga kali per minggu. Daripada memasak dengan lemak, cobalah menambah rasa makanan dengan menggunakan anggur, herbal dan bumbu. Sedang Anda yang vegetarian bisa mendapatkan protein dari telur, kacang kedelai, kacang polong dan sumber lainnya.

Lemak:
Batasi lemak jenuh dan asupan kolesterol dari diet. Asupan lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10 persen dari asupan energi total. Beberapa individu (misalnya orang dengan kadar kolesterol jahat LDL 100 mg/dl) akan mendapatkan manfaat dengan menurunkan asupan lemak jenuh hingga di bawah 7 persen dari asupan energi. Asupan kolesterol sebaiknya kurang dari 300 mg per hari. Beberapa individu (misalnya orang dengan kadar kolesterol jahat LDL 100 mg/dl) akan mendapatkan manfaat dengan menurunkan asupan kolesterol hingga di bawah 200 mg per hari.

Kurangi garam:
Pengurangan konsumsi garam membantu menurunkan tekanan darah. Usahakan mengurangi asupan sodium hingga 2.400 mg atau garam hingga 6.000 mg per hari.

Asupan alkohol:
Peneliti sudah mengungkap adanya hubungan antara asupan alkohol tinggi (tiga takar minum/hari) dengan peningkatan tekanan darah. Akan tetapi, tidak ada perbedaan tekanan darah antara orang yang minum lebih sedikit dari tiga takar alkohol/hari dengan mereka yang tidak minum.

Asupan kalium dan kalsium:
Diet rendah lemak yang menyertakan buah dan sayuran ( lima hingga sembilan takar/hari) dan produk susu rendah lemak (dua hingga empat takar/hari) secara umum sudah kaya akan kalium, magnesium, kalsium dan bisa menurunkan tekanan darah.

Asupan air:
Cobalah minum paling tidak dua liter air putih sehari. Cara ini membantu mengeluarkan kelebihan gula dari tubuh dan membantu serat menjalankan tugasnya dalam mengontrol gula darah. Selain itu, air ini juga memungkinkan ginjal dan organ lain (termasuk kulit) tetap sehat.
Monitor gula darah
Cobalah terus memonitor kada glukosa darah di rumah. Tes kadar glukosa bisa dilakukan dengan menggunakan alat monitor glukosa yang mudah dibawa. Catat rutinitas harian dan kadar glukosa Anda. Data ini akan membantu Anda menemukan pola manajemen diabetes yang tepat.

Obat-obatan
Penderita diabetes sebaiknya mengontrol tekanan darah dengan hati-hati. Anda bisa mengontrol kedua penyakit ini dengan kontrol diet. Selain itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan resep obat-obatan yang tepat.
Read More

24.2.10

BTS dengan energy Matahari

Sulitnya mendapatkan pasokan listrik untuk pengoperasian Base Transceiver Station (BTS) di daerah-daerah terpencil Bapak Iwan Chaerul untuk mengembangkan penggunaan energi alternatif bagi BTS selain listrik. BTS dengan energi alternatif dengan sumber energi cahaya matahari yang didapatkan dengan penggunaan panel solar di Pulau Senayang, Kepulauan Riau - Indonesia. Pengoperasian BTS ke 132 dengan panel solar terbanyak di Asia.

Penggunaan panel solar sebagai sumber energi alternatif ini merupakan upaya untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk pengoperasian BTS. Terutama untuk daerah-daerah terpencil dimana ketersediaan listrik masih sangat minim. Apalagi wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan dengan variasi geografis yang berbeda-beda," kata Iwan Chaerul dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Iwan menjelaskan penggunaan panel solar sebagai sumber energi BTS sangat memungkinkan dan cocok diterapkan pada pembangunan BTS di daerah-daerah dengan pasokan listrik minim. Panel solar diklaim mampu memasok energi listrik sebesar 0, 115 megawatt seperti yang terdapat pada BTS konvensional dengan sumber energi listrik atau pun genset berbahan bakar solar. "Hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA," tuturnya.

Sumber energi matahari dengan panel solar ini, kata Iwan, mampu memasok energi BTS hingga tiga hari. Ini sudah termasuk dengan keperluan pengisian baterai cadangan yang dioperasikan pada malam hari ketika tidak ada cahaya matahari. "Panel solar yang kami gunakan luasnya 140 meter persegi. Ini mampu memenuhi kebutuhan listrik BTS sampai tiga hari. Lebih lama dibandingkan panel solar lainnya yang hanya bertahan 24 jam," kata dia.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian dan maintenance BTS berpanel solar ini pun, kata Iwan, jauh lebih murah dibanding BTS yang menggunakan genset. Operator hanya mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pengadaan panel solar dan lahan yang agak luas pada awal pembangunan BTS. "Selanjutnya dalam pengoperasian kita tidak butuh biaya apapun selain maintenance," tuturnya.

Sementara ini, ujarnya, penggunaan panel solar ini lebih tepat pada BTS di daerah-daerah terpencil. Sementara di kota besar, relatif kurang cocok karena biaya lahan yang tentu jauh lebih mahal berhubung panel solar membutuhkan lahan yang lebih luas. Mengenai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan sebanyak 132 BTS berpanel solar tersebut, Iwan mengatakan total dibutuhkan biaya sekitae Rp 60 hingga Rp 100 miliar. "Ke depan kita punya plan untuk 39 BTS panel solar lagi," ucapnya.
Read More