Your Ad Here

Cari by Google

9.5.10

Usia Remaja = Usia Berisiko

Hasil riset yang digagas University College London (UCL) menyebutkan, terutama remaja usia 14 tahun dalam fase paling beresiko ketika individu menginjak usia remaja.

Riset yang melibatkan 86 remaja dan laki-laki dewasa dengan rentang usia 9 hingga 35 tahun dan gemar bermain game komputer ini juga mengungkapkan remaja diusia 14 tahun, bukanlah seperti kebanyakan anak muda lain.

Riset itu mengungkapkan diusia 14 tahun, sebagian remaja mulai gemar mengkonsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang dan berprilaku seks tak sehat. Kecenderung macam itu dinilai peneliti lantaran kondisi remaja saat itu cenderung senang mengambil resiko.

Mereka begitu senang mengabaikan pro dan kontra atas tindakan yang mereka lakukan, dan yang terpenting buat mereka adalah mengambil kesempatan untuk memperoleh kesenangan berlebih ketimbang mereka bermain hal-hal yang aman.

Pakar Syaraf dari University College London (UCL), Dr Stephanie Burnett mengatakan alasan utama remaja mengambil resiko tidaklah disertai pertimbangan konsekuensi atas apa yang dilakukan."Itu sebabnya, mereka cenderung memilih resiko tersebut.

Sebelumnya, masing-masing relawan diminta untuk meainkan satu buah game komputer. Selama berjalannya permainan itu, mereka diharuskan membuat keputusan untuk memenangkan poin demi poin. Setelah itu, satu peneliti akan menganalisa respon emosional masing-masing dengan merekam tingkat kepuasan atau ketidakpuasaan yang dialami relawan.

Hasilnya, mereka menemukan adanya pertambahan kesenangan ketika meraka merasa menang atau lolos dari kondisi sulit. Terkait hal itu, Dr Burnett berpendapat dalam game yang dimainkan, setiap relawan diberikan kesempatan kecil untuk memenangkan banyak uang atau opsi aman berupa memenangkan sedikit uang." Kami menemukan, remaja begitu siap mengambil risiko sekalipun mereka tidak peduli dengan konseskuensinya," ujarnya.

Burnett menambahkan, pada usia remaja, otak mereka tengah berkembang. Secara otomatis, dopamin selaku hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus membantu kita merasakan kesenangan ataupun sebaliknya. "Remaja begitu senang berteriak di taman dan inilah langkah awal untuk memahami mengapa,"ungkapnya.

Sebab itu, ia menyarankan agar orang tua harus mendidik dengan cara yang berbeda. Termasuk cara untuk mencegah remaja terjerumus dari bahaya mengkonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang serta aktivitas yang merusak. "Menceritakan kepada mereka sesuatu yang berbahaya dapat memberi harapan mereka untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan dan sekarang kita mengetahui mengapa harus demikian," tambahnya.

Sementara itu, wakil ketua tim peneliti, Dr Sarah-Jayne Blakemore, yang juga pakar syaraf dari UCL berpendapat tindak tanduk dari remaja menandakan ledakan dari aktivitas berbahaya. Mulai dari berkendara secara ugal-ugalan, prilaku seks tak sehat dan mulai bereksperimen dengan alkohol, pola makan tak teratur serta malas berolahraga.
Read More

8.5.10

Trik Meningkatkan Citra Diri Anda

Anda pernah merasa bahwa diri Anda tidak memiliki kelebihan apapun, tidak cukup mampu bersaing dengan orang lain atau tidak menarik? Seringkali hal ini hanya karena Anda menilai diri Anda terlalu rendah. Padahal, jika Anda tidak berusaha mengenali diri Anda lebih baik, dan tidak segera menerima diri Anda apa adanya, orang lain pun akan sulit menerima diri Anda. Bahkan, mereka akan berpikir yang sebaliknya tentang diri Anda.

Karena itu, mulailah untuk segera mengubah citra diri Anda. Bukan menjadi sosok yang baru, melainkan diri Anda yang sebenarnya. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

1. Buat daftar hal-hal yang memuat keahlian atau prestasi Anda. Apakah Anda pintar memasak, pernah menulis artikel di media kampus sehingga tulisan itu menjadi pembicaraan, atau Anda selalu menjadi orang yang dicari ketika teman-teman Anda menghadapi kesulitan. Setiap orang memiliki kelebihan, dan Anda mungkin sebelumnya tak menyadari kelebihan itu karena menganggapnya sudah biasa.

2. Buka kembali album foto Anda. Dengan melihat foto-foto Anda ketika masih remaja, Anda menatap diri Anda yang masih terbebas dari citra negatif yang Anda dapatkan ketika dewasa. Entah itu gambar ketika Anda membantu ibu Anda memasak di dapur, berada dalam pelukan ayah -yang memandang putrinya dengan penuh pesona, atau foto ketika Anda sedang belajar main gitar di sekolah. Apapun yang Anda lakukan saat itu, itulah diri Anda yang sebenarnya.

3. Ingatlah momen dimana Anda merasa paling bahagia. Bukalah foto-foto, atau catatan harian, yang mencatat pengalaman Anda yang membuat Anda merasa begitu hidup dan bersemangat. Selalu baca paragraf atau lihat kembali foto tersebut ketika Anda merasa kehilangan motivasi.

4. Ajarkan keahlian Anda pada orang lain. Berhentilah berfokus pada diri Anda, agar Anda merasa lebih nyaman dengan diri Anda sendiri. Biarkan orang lain mengambil manfaat dari kemampuan Anda. Misalnya saja, bila risoles buatan Anda selalu dipuji teman-teman, bawakan makanan tersebut untuk tetangga Anda. Berikan resepnya pada yang meminta.

5. Tuliskan juga sifat-sifat yang ingin Anda miliki. Misalnya, bahwa Anda selalu memandang negatif pada diri orang lain, dan ingin mengubahnya? Anda yang mudah tersinggung, dan ingin lebih terbuka dengan pendapat orang lain. Pikirkan secara detail, perbaikan seperti apa yang ingin Anda miliki.

6.Tuliskan hal-hal yang merupakan sifat Anda yang paling menarik. Apa pujian rata-rata orang mengenai diri Anda? Apakah senyum Anda yang selalu merekah setiap kali berpapasan dengan orang lain di kantor, meskipun Anda tidak mengenalnya? Apakah sikap Anda yang selalu optimis? Ataukah sikap Anda yang tak pernah ingin menonjolkan diri? Tak semua orang memiliki kualitas semacam itu, jadi, hargailah.

7. Bergerak lebih sering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan untuk tujuan kesehatan dan kebugaran kerap dikaitkan dengan peningkatan keyakinan diri, dibandingkan jika Anda melakukannya untuk tujuan kecantikan. Jalan kaki, menaiki tangga menuju lantai ruangan Anda, main bersama keponakan, dan lain sebagainya. Lakukan demi kesehatan dan kebaikan Anda sendiri.

8. Berikan pujian pada orang lain. Menyadari bahwa orang lain merasa senang dan bahagia dengan pujian yang Anda berikan, juga akan menciptakan perasaan yang lebih baik mengenai diri Anda sendiri. misalnya, jika Anda memikirkan sesuatu yang baik, langsung katakan. Cuma sedikit lho, orang yang mau memuji orang lain. Padahal, efeknya sungguh luar biasa.
Read More

23.4.10

Indonesia memiliki sekitar 500 situs arkeologi bawah air

Penelitian terhadap dokumen Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) selesai dilakukan tahun 2004. Adapun penelitian terhadap dokumen lain dari Belanda, Portugis, China, dan negara lainnya tahun 2005, Indonesia memiliki sekitar 460 situs arkeologi bawah air.

Meskipun demikian, survei Panitia Nasional Benda Berharga asal Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) tahun 2008 baru menemukan tiga situs. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyatakan, Indonesia memiliki sekitar 500 situs arkeologi bawah air. Adapun penelitian terhadap dokumen VOC ada sekitar 274 situs bawah air.


Ratusan kapal sejak abad ke-7 hingga abad ke-19 diduga tenggelam di perairan Indonesia dan barang-barang yang diangkutnya menjadi benda cagar budaya (BCB). Walaupun dibolehkan, pengangkatan BCB itu harus memenuhi kaidah-kaidah arkeologi.

sejauh ini Indonesia belum mempunyai peta persebaran BCB peninggalan bawah air. Yang sudah ada, sejak tiga tahun lalu, perusahaan asal Portugis, Arqueonantas Worldwide, sudah tiga tahun terakhir melakukan survei arkeologis bawah laut, dengan sampel kawasan di perairan Bangka Belitung. Kalau penelitian tuntas, Indonesia akan punya peta persebaran BCB bawah laut

Nunus Supardi mengatakan, Indonesia merupakan jalur pelayaran yang ramai sejak abad ke-7. Pelayaran waktu itu menggunakan teknologi dan peralatan yang sederhana sehingga sering terjadi kecelakaan kapal.

Beberapa titik yang diduga banyak kapal tenggelam, kata Nunus, antara lain di Karang Keliputan dan Pulau Buaya (Riau), Kepulauan Seribu (Jakarta), Batu Hitam (Belitung), perairan Cirebon (Jawa Barat), Kalimantan Barat, dan tempat lainnya. Read More